Nama
lengkapnya adalah Abu Dawud Sulaiman bin Al Asy’ats bin Ishaq bin
Basyir bin Syidad bin Amr bin Amran Al Azdi As Sijistani. Ia dilahirkan
di Sijistan (antara Iran dan Afganistan) pada 202 H/817 M. Ia seorang
ulama, hafizh (penghafal Al Qur’an) dan ahli dalam berbagai ilmu
pengetahuan tentang ke-Islaman khususnya dalam bidang ilmu fiqih dan
hadits. Dia berguru kepada para pakar hadits, seperti: Ibnu Amr Ad
Darir, Qa’nabi, Abi Al Walid At Tayalisi, Sulaiman bin Harb, Imam
Hambali, Yahya bin Ma’in, Qutaibah bin Sa’id, Utsman bin Abi Syaibah,
Abdullah bin Maslamah, Musaddad bin Marjuq, Abdullah bin Muhammad An
Nafili, Muhammad bin Basyar, Zuhair bin Harb, Ubaidillah bin Umar bin
Maisarah, Abu bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Mutsanna, dan Muhammad
bin Al Ala.
Abu
Dawud menghasilkan sebuah karya terbaiknya yaitu Kitab Sunan Abi Dawud.
Kitab ini dinilai sebagai kitab standar peringkat 2 (kedua) dalam
bidang hadits setelah kitab standar peringkat pertama yaitu Shahih
Bukhari dan Shahih Muslim. Dalam kitabnya tersebut Abu Dawud
mengumpulkan 4.800 buah hadits dari 500.000 hadits yang ia catat dan
hafal. Karangan Abu Dawud yang berjumlah 20 judul dan tidak kurang dari
13 judul kitab telah mengulas karya tersebut dalam bentuk syarh
(komentar), mukhtasar (ringkasan), tahzib (revisi) dll.
Beliau tinggal dan menetap di Basra dan akhirnya wafat di Basrah pada tahun 275 H/889 M dalam usia 73 tahun. Buku
beliau ini, utamanya menggabungkan antara riwayat-riwayat yang
berkaitan dengan ahkam dengan ringkasan (mukhtasar) permasalahan fiqih
yang berkaitan dengan hukum. Bukunya tersusun dari 4.800 ahadits. Al
Khathaby mengomentari bahwa Kitab Sunan Abu Dawud itu adalah kitab yang
lebih banyak fiqih-nya daripada Kitab As Shahihain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar